Baccarat APP_Baccarat Skills Road List_Football Handicap app

  • 时间:
  • 浏览:0

GambliGambling appng apptingkat kedewaGambling appsaan yang semakin Gambling appbertambah juga turut berGambling apppengaruh terhadap hubungan yang sedang dijalin seseorang. Jika hubungan pacaran zaman SMA lebih banyak bersenang-senang, sebaliknya, hubungan di usia 24 tahun ke atas perlahan harus mulai diubah orientasinya. Pilihannya ada di tangan masing-masing orang yang menjalani hubungan tersebut. Terlepas dari kesepakatan akan menikah di usia berapa, sebaiknya sih kalian sudah mulai mampu menentukan apakah hubungan tersebut memang serius, atau tidak sama sekali.

Dimulai dari kenyataan bahwa di usia krusial ini kamu sudah harus mulai menata masa depan. Kepalamu akan dipenuhi dengan target-target, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Apa saja yang akan kamu lakukan 1 tahun ke depan, 2 tahun, 5 tahun, bahkan hingga 10 tahun. Bisa dibilang sih perjalananmu baru mulai di usia tersebut.

Kehidupan ketika menikah seringkali menuntut kita untuk pintar-pintar membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan orangtua. Dengan menganggap seseorang adalah bagian dari masa depan kalian, tentu secara tidak langsung akan membantumu belajar memilah-milah mana yang perlu dinomorsatukan, mana yang tidak. Sehingga ketika sudah menikah, kalian tidak akan kaget ketika harus membagi waktu 24/7-mu.

Memang sih tidak ada orang yang sempurna. Setiap individu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pacaran cinta monyet sih rasa-rasanya gampang banget merasa ilfeel terhadap pasangan. Tapi ketika menjalin hubungan di usia dewasa, kamu harus mulai belajar tak hanya menerima kelebihannya saja tetapi juga kekurangannya. Posisikan diri ketika sudah menikah dan suatu hari pasangan melakukan sesuatu yang menurut kalian adalah kekurangannya, apakah kalian benar-benar bisa menerimanya? Pun sebaliknya, apakah pasangan benar-benar tidak mempermasalahkan kekuranganmu sendiri?

Kehidupa jangka panjang harus terencana

Kalau tak bisa bersatu, kenapa diteruskan?

Sisa umur yang semakin berkurang hendaknya juga dapat menjadi alasan untuk segera menentukan mau dibawa kemana hubungan kamu dan dia. Jangan sampai karena merasa belum yakin, kalian jadi mengulur-ulur waktu dengan memberi kesempatan pada pasangan untuk berubah menjadi seperti yang kamu harapkan. Tidak ada yang bisa menjamin kapan hal tersebut bisa terjadi.

Nah, ketika kamu menjalin hubungan dengan seseorang di usia ini, sudah saatnya kamu menyertakan pasanganmu itu ke dalam setiap target hidupmu ke depan. Hidupmu bukan lagi hanya tentang kamu, tetapi juga tentang kamu dan dia. Karena bagaimanapun kamu akan menghabiskan sisa hidupmu bersamanya. Tapi jika menurutmu dia tidak layak menemanimu meraih target-target tersebut atas dasar pertimbangan-pertimbangan tertentu, lebih baik sih sudahi saja.

Terlalu menggampangkan hubungan terlebih jika sudah memasuki usia krusial menikah, secara tidak langsung bisa membuat kamu menjadi orang yang kurang bertanggung jawab. Itu juga akan membuat kalian jadi mudah menggampangkan hal lain. Padahal semakin bertambah usia, kamu akan semakin sering dihadapkan pada keputusan-keputusan penting. Kalau tidak berani mengambil risiko, mau sampai kapan kamu terus bertahan di zona nyaman? Biar bagaimanapun, hidup itu pilihan, termasuk hubungan percintaan.

Nah kalau sudah begini kamu sendiri yang akan rugi. Tiba-tiba umur sudah semakin bertambah hingga menjelang 30 tahun, tapi tak kunjung ada kepastian juga. Siapa tahu di saat kalian sibuk dengan pasangan yang tak kunjung berubah, ada orang lain yang lebih cocok bersanding dengan kalian? Nggak mau ‘kan kalau sampai rugi waktu.

Nah gimana? Sudah siap menentukan pilihan dengan segala risikonya?