Formal betting platform_Baccarat Pack Winning Method_Genting Online Gambling

  • 时间:
  • 浏览:0

Walau Online bettingpunya wujud Online bettingmOnline bettingenyeramOnline bettingkan, ternyata budidaya ayam cemani punya potensi sangat menguntungkan lo! Seperti yang dikuti dari Kompas, seorang peternak ayam cemani bahkan bisa memperoleh omset US$200 atau sekitar Rp2,6 juta untuk satu ekor ayam dewasa! Buat kamu yang penasaran lebih lanjut soal ayam cemani, simak deh fakta-fakta unik soal ayam satu ini.

Meskipun keliatannya cuma asal hitam gitu aja, ternyata ayam cemani ini ada beberapa jenis lo. Menurut legenda, ada 3 jenis yang konon katanya punya kekuatan mistis. 3 jenis itu adalah cemani Widitra, Warastratama, dan Kaikayi.

Karena dipercaya punya kekuatan supranatural, ayam cemani ini kerap dijadikan pelengkap ritual upacara adat keagamaan. Harganya yang mahal tak menjadikan orang sayang untuk menyembelihnya. Menurut legenda lokal di nusantara, ayam cemani adalah favorit makhluk-makhluk halus. Maka dari itu banyak upacara adat di Indonesia yang menggunakan ayam cemani sebagai sesajennya. Sayangnya, hal ini juga yang membuat banyak orang mulai menjauhi ayam cemani. Menurut mereka, esensi ayam cemani tak sesuai dengan ajaran agama, karena itu mereka menjauhinya.

Ciri cemani Widitra adalah memiliki sapuan garis di leher, dada, paruh, dan selangkangan. Cemani jenis ini dipercaya memiliki kekuatan gendam asmara dan penangkal bala. Sementara itu, cemani Warastratama biasanya kerap ditemui sebagai pelengkap upacara ritual. Yang terakhir, cemani Kaikayi bisa ditandai dengan bulu hitam biru laut. Cemani jenis ini diketahui bisa mengangkat santet.

Di samping pro dan kontra yang ada, ayam cemani adalah bagian dari budaya Indonesia. Kalau melihat pasar ayam cemani yang semakin digemari di luar negeri, sepertinya ternak ayam cemani bisa jadi bisnis yang menggiurkan deh. Mau coba?

Namun, setelah lahir, anak ayam yang dihasilkan justru berwarna berwarna hitam legam dengan paruh yang berwarna hitam juga. Akhirnya, ayam tersebut diberi nama Cemani. Kata tersebut diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya hitam legam.

Berdasarkan data BackyardChickenCoops, jumlah ayam cemani di seluruh bumi hanya sekitar 3500 ekor saja. Karena jumlahnya yang sangat sedikit inilah, ayam cemani tergolong ayam langka yang diburu banyak orang. Budidaya ayam ini pun cuma ada di Indonesia dan segelintir negara lain saja. Harga satu ekor ayam cemani dewasa bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sedangkan harga telurnya sebesar Rp80-100 ribu! Wah mahal banget ya!

Meskipun dari mulai mata hingga dagingnya berwarna hitam, ternyata ada bagian tubuh lain yang tetap pada warna aslinya lo, yaitu darah dan telurnya. Jadi jangan percaya kalau ada yang bilang darah ayam cemani itu juga hitam, itu sih cuma mitos~

Penampakan ayam cemani memang menyeramkan. Sekujur tubuhnya, mulai dari mata sampai bulu, semua berwarna hitam legam. Benar-benar nggak ada celah untuk warna lainnya. Wujudnya yang nggak biasa ini membuat ayam cemani sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis. Nggak sedikit orang bertanya-tanya, kok bisa seluruh badannya berwarna hitam begitu…

Menurut sejarah, ayam cemani sudah terkenal sejak zaman dulu kala. Legendanya sih bermula dari seorang petapa yang bernama Ki Ageng Mangkuhan. Ia memiliki seekor ayam dengan paruh berwarna putih. Ayam milik Ki Ageng itu ternyata bisa mengobati sakit seorang anak pejabat. Karena keberhasilannya itu, ayamnya dikawinkan dengan ayam berwarna hitam lainnya, dengan harapan bisa menambah jumlah ayam “sakti” lainnya.

Masih ingat ‘kan dengan kisah ayam hitam milik Ki Ageng Mungkuhan tadi? Nah, katanya mitos soal ayam cemani mampu memberi rezeki dan keberuntungan ini berawal dari kepercayaan kalau ayamnya bisa menyembuhkan penyakit. Ditambah lagi ayam cemani memang merupakan peliharaan orang-orang kaya dan terpandang sejak zaman Majapahit dulu. Hal tersebut semakin membuat yakin bahwa ayam cemani emang membawa keberuntungan!

Warna hitam legam ayam cemani ini ternyata adalah akibat dari bermutasinya gen ‘endothelian-3‘ (EDN-3). Gen ini membuat lapisan sel epidermis di seluruh bagian tubuh sehingga menghasilkan pigmen hitam yang dominan. Menurut penelitian, ayam cemani memproduksi EDN-3 dengan jumlah 10 kali dari ayam pada umumnya.