Aneh, Ribuan Burung Pipit Berjatuhan di Kuburan di Bali, Apa Penyebabnya? Hala「Online betting company」man 2

  • 时间:
  • 浏览:0

"KOOOnline betting companynline betting companynline betting companyarena hujannya terlalu lebat, kan jelaOnline betting companyS aOnline betting companyda tekanan udara rendah, dengan rendahnya tekanan udara ini burungnya enggan lari. Dia bertahan saja diam dan basah kuyup, itu menyebabkan dia sakit dan mati dan memang kekuatan burung berbeda dengan kekuatan lainnya," kata dia.

Meski ditemukan banyak yang mati, beberapa dari burung itu masih bisa bertahan hidup setelah terkena sinar matahari.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kabupaten Gianyar Made Santiarka membenarkan bahwa burung-burung itu berjenis pipit.

Dugaan penyebab burung pipit berjatuhan

Dia mengatakan, sejumlah burung yang mati diambil untuk dijadikan sampel penelitian di laboratorium.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Sementara itu, menurut Kasubag Tata Usaha Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Prawono Meruanto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab terjadinya fenomena tersebut.

"Untuk dianogsis selanjutnya kita ambil sampel dan kita cek ke lab," kata Santiarka.

Cuaca ekstrem yang dia maksud berupa hujan dan angin kencang ini terjadi karena masa peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

Namun dia menduga burung-burung itu mati karena faktor cuaca ekstrem. Burung yang bertengger itu tidak kuat melawan cuaca hingga akhirnya berjatuhan.

"Sekarang banyak lagi burung di sana padahal sudah banyak mati, dari mana itu datangnya, masih banyak," tuturnya.

Baca juga: Fenomena Aneh, Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Bali, Ini Kata BKSDA