Baccarat Super and How to Play_Football betting terms_Gambling rules

  • 时间:
  • 浏览:0

Pernah nggak sih kamBaccaraBaccaraBaccarat formula playt formula playt formula playu makan jajanan pasar? Atau jangan-jangan kamu nggak tahu apa itu jajanan pasar? Ya, mungkin nggak semua anak muBaccarat formula playda zaman sekarang kenal, bahkan doyan cemilan rakyat ini.

Jajanan pasar Sawut ini juga berbahan dasar singkong yang diparut. Pada dasarnya, Sawut ini merupakan ketela yang diparut, dicampur dengan gula Jawa, dan dikukus. Penyajiannya ditaburi dengan parutan kelapa. Rasanya? Hemm. Coba sendiri!

Plis, tolong buang stigma umpatan dengan mengambil nama dari jajanan pasar yang satu ini. Sebenarnya, jadah manten ini memiliki filosofi yang nggak kamu kira sebelumnya. Nih, ya! Jadah manten sering digunakan sebagai seserahan ketika mempelai pria mendatangi rumah mempelai wanita. Konon, pernikahan kedua sejoli itu diharapkan bisa seperti jadah manten; lengket dan awet! Nggak cocok, ‘kan, buat jadi sebuah umpatan lawas? :p

“Eh, mending Starbak ajalah, ya?”

Ah, kipo lu!

Mungkin ini jajanan pasar yang udah mulai disisihkan dari posisinya sebagai cemilan rakyat. Padahal, tiwul dulu digunakan sebagai konsumsi pangan utama ketika masa penjajahan Jepang, dan menjadi makanan pokok masyarakat Gunung Kidul, Wonogiri, dan Pacitan. Kini, nggak sedikit orang yang berinovasi dengan cemilan ini, menjadikan jajanan pasar ini sebagai cemilan bergengsi yang bisa dibeli lewat media sosial. Hemm. Tapi, cobalah kamu mampir ke Jogja dan cicipilah tiwul asli khas Gunung Kidul. Dijamin, rasanya beda!

Parutan ketela yang ditaburi parutan kelapa. via cookpad.com

Belum bisa dipastikan jajanan pasar satu ini berasal dari daerah mana. Yang jelas, Clorot dapat kamu temui di pasar-pasar tradisional dan di setiap rumah warga yang sedang mengadakan acara keadatan di Jawa Tengah dan Jogja. Clorot ini terbuat dari tepung beras, gula merah, dan santan, yang kemudian dibalut dengan janur hingga membentuk seperti terompet. Penasaran dengan rasanya nggak dengan bentuk yang begini itu?

“Mekdi, yuk!”

“Ogah ah. Dankin ajalah, yuk!”

Waini, jajanan pasar yang selalu pengin tahu. Eh. Ini cemilan terbuat dari ketan, gula, garam, santan, dan pewarna yang berasal dari daun suji/pandan.  Jajanan ini masih marak beredar di wilayah Kotagede dan sekitaran Jogja loh. Kepo nggak kamu?

Kalau jajanan pasar yang satu ini sih udah beredar di seluruh penjuru Nusantara. Hidupmu kurang lengkap kalau belum melahap klepon dari Jogja ini. Sensasi gula Jawa yang menyembur dari perut klepon nggak akan bisa membuatmu serasa meleleh! Yakin deh. Oh, ya, klepon ini terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur pewarna alami dari daun suji atau daun pandan. Makanya, jajanan pasar satu ini jauh dari kata bahaya!

Jajanan pasar ini memiliki bentuk dan rasa yang berbeda. Teksturnya yang kasar berbanding terbalik dengan rasanya yang manis nan legit. Unik, ‘kan? Tekstur kasar ini berasal dari bahan dasarnya yang terbuat dari tumbukan beras ketan dan kelapa parut yang disangrai. Nah, rasa manis nan legit ini didapat dari santan dan gula Jawa yang melebur dengan adonan utamanya. Cobain deh!

Ada yang belum kesebut? Please, sebutin di kolom komentar ya Kawan